31 Des 2025

Algoritma Pemrograman Dasar 2 (Struktur Algoritma)

PSEUDOCODE 

Pseudocode adalah cara menuliskan logika program menggunakan bahasa manusia yang baku tapi formatnya mirip bahasa pemrograman. ini bukan kode asli, tapi "sketsa: sebelum mulai ngoding beneran.

Struktur Utama Pseudocode
1. Bagian Judul: Nama program. biasanya diawali kata PROGRAM.
2. Bagian Deklarasi: Tempat mendaftarkan semua variabel dan tipe data yang akan dipakai. Ditandai dengan kata DEKLARASI.
3. Bagian isi (Algoritma): inti dari langkah-langkah program. Ditandai dengan kata ALGORITMA.

Contoh Praktik: Menghitung Luas Persegi panjang:

JUDUL: PROGAM Cari_Luas_Persegi_Panjang
DEKLARASI:* P, L : Integer (Panjang dan Lebar)
    Hasil : Float (Luasnya)
ALGORITMA:
1. Read(P, L) (Minta User Masukin Angka)
2. Hasil = P * L (Hitung rumusnya)
3. Weite(Hasil) (Tampilkan Hasilnya ke layar)

Dengan bikin Pseudocode, kita jadi punya gambaran jelas alur programnya. kalau logikanya sudah benar di sini, kamu tinggal "terjemahin" ke bahasa pemrograman apapun (seperti Python atau java) dengan gampang.

 

KONDISI PERCABANGAN 
intinya adalah bagaimana komputer mengambil keputusan saat ada beberapa pilihan.

Percabangan adalah situasi di mana program harus memilih salah satu dari beberapa opsi berdasarkan kondisi tertentu untuk melanjutkan ke proses berikutnya.

STRUKTUR PERCABANGAN/PEMILIHAN
Struktur pemilihan adalah cara program mengambil keputusan. program akan menguji sebuah pernyataan apakah bernilai Benar (TRUE) atau Salah (False) menggunakan operator relasi (seperti ==, >, <).

Jenis Intruksi IF

1. IF 1 Kondisi 
Intruksi hanya jalan jika kondisi benar, kalau salah, program tidak melakukan apa-apa.
contoh: Cek umur KTP. jika umur > 17, cetak KTP. jika tidak, ya sudah, selesai.

2. IF 2 Kondisi (IF-ELSE)
Ada pilihan kalau kondisi salah.
- jika benar, jalankan intruksi 1.
- jika Salah, jalankan Intruksi 2.
contoh: Cek kelulusan. jika nilai > 60 cetak "Lulus", jika tidak cetak "Tidak Lulus".

3. IF Banyak Kondisi (Nested IF / ELIF)
Pilihan intruksinya bamnyak, dicek satu-satu sampai ada yang cocok.
jika kondisi 1 salah -> Cek kondisi 2
jika Kondisi 2 Salah -> Cek Kondisi 3, dan seterusnya.
Contoh: Konversi nilai angka ke huruf
- Nilai > 80 -> A
- Nilai 70 - 80 -> B
- Nilai 60 - 70 -> C
- Selain itu -> D


MENGENAL POLA PERULANGAN
Perulangan adalah Aktivitas yang dilakukan secara berulang-ulang sampai kondisi tertentu tercapai (kita merasa cukup)

Analogi Dunia Nyata: Mengaduk Kopi:
- jika kamu menulis intruksi satu per satu: Aduk kopi, aduk kopi, aduk kopi (sampai 5-10 kali), ini sangat tidak efisien karena banyak kalimat yang sama diulang-ulang
- Cara Efisien: Cukup tulis "Aduk kopi selama kopi belum larut".

Kenapa Harus pakai perulangan di pemprograman?
- Memangkas Baris kode: Daripada menulis kode yang sama 100 kali, kamu cukup menulisnya 1 kali di dalam struktur perulangan.
- Fleksibel: kamu tinggal mengganti angka jumlah perulangan tanpa harus menambah baris kode baru.

Logika Pseudocode
1. Syarat: selama jumlah adukan belum sampai 10, lakukan pengadukan.
2. Aksi: Jalankan fungsi aduk.
3. Pencacah (counter): Tambahkan angka adukan setiap kali selesai satu putaran(supaya perulangan tidak berjalan selamanya).


STRUKTUR PERULANGAN

1. Pengulangan FOR ( jika jumlahnya sudah pasti)
Digunakan kalau kamu sudah tahu persis mau mengulang berapa kali. Ada dua arah:
For To DO (Positif): Hitung maju, dari kecil ke besar (misal: 1 sampai 100).
For Down To DO (Negatif): Hitung mundur, dari besar ke kecil (misal: 100 ke 1.

2. Pengulangan WHILE DO (Selama Kondisi BENAR)
Penting: kamu harus kasih "pencacah" atau penambah angka (seperti i = i + 1) di dalam kodenya. kalau tidak, programnya bakal muter terus selamanya (Infinite Loop).

3. Pengulangan REPEAT UNTIL
kebalikan dari While, dia akan terus mengulang selama syaratnya masih Salah dan baru berhenti begitu syaratnya jadi Benar.
- bedanya dengan While: Di Repeat Until, Intruksi minimal dijalankan satu kali dulu berhenti begitu syaratnya di akhir.

Tips Memilih jenis perulangan 
FOR  kalau kamu tahu pasti berapa kali mau ngulang.
WHILE Kalau kamu tidak tahu pasti jumlah ulangnya, dan ingin mengecek syarat di awal.
REPEAT kalau tidak tahu pasti jumlah ulangnya, dan ingin menjalankan perintahnya minimal sekali dulu sebelum dicek syaratnya. 


PROSEDUR 
Prosuder adalah sub-program atau program kecil yang berada di dalam program utama. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan masalah atau tugas khusus sehingga program utama tidak terlalu panjang dan lebih mudah dibaca (disebut juga program modular).

Struktur Penulisan Prosedur 
sama seperti program utama, prosedur punya bagiannya sendiri:
1. Nama Prosedur: Diawali kata kunci PROCEDURE
2. Parameter: Data masukan yang akan diproses di dalam proosedur.
4. Algoritma: Langkah-langkah tugas yang dilakukan prosedur.

Mengenal Parameter 
Parameter adalah nilai masukan yang dikirim ke dalam prosedur untuk diolah. Ada dua jenis:

- Parameter Formal: Variabel yang tertulis saat prosedur dibuat/didefinisikan.

- Parameter Aktual: Nilai nyata yang dimasukkan saat prosedur dipanggil di program utama.

Contoh simulasi: Hitung Luas Lingkaran
Daripada menulis rumus luas lingkaran bekali-kali di program utama, kamu cukup:

1. Buat prosedur bernama luas_lkingkaran.
2. Masukkan rumus di dalamnya.
3. Di program utama, kamu tinggal panggil namanya saja:
    luas_lingkaran(jari_jari).

Intirnya prosedur itu seperti "resep kecil" yang bisa kamu panggil kapan saja tanpa harus menulis ulang langkah-langkahnya dari nol di tengah program utama.

  

FUNGSI
Fungsi adalah sub-sprogram yang mirip dengan prosedur, namun memiliki perbedaan utama: Fungsi mengembalikan sebuah nilan (return Value). Fungsi digunakan untuk menyelesaikan masalah khusus dan memberikan hasilnya kembali ke program utama. 

STRUKTUR PENULISAN FUNGSI
1. Kata Kunci: Diawali dengan function.
2. Tipe Data pengembalian: Di akhir baris judul fungsi, wajib ditentukan tipe data hasil akhirnya (misal: Integer atau Real).
3. Kata Kunci Return: Baris terakhir fungsi wajib menggunakan return untuk mengirimkan hasil perhitungan keluar dari fungsi tersebut.

VARIABEL BERDASARKAN RUANG LINGKUP
Saat menggunakan fungsi atau prosedur, ada dua jenis variabel:
- Variabel Global: Dideklarasikan di program utama dan bisa dikenali/digunakan oleh seluruh bagian program (semua fungsi dan prosedur)
- Variabel local: Hanya dideklarasikan di dalam sebuah fungsi atau prosedur tertentu. Variabel ini tidak bisa diakses oleh program utama atau fungsi lain.

KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN PROSEDUR & FUNGSI
- Modular: Memecah tugas rumit menjadi langkah kecil yang sederhana.
- Hemat kode: Mengurangi duplikasi kode (tidak perlu menulis ulang kode yang sama).
- Reusability: Kode dapat digunakan kembali di berbagai program atau program lain.
- Mudah Debugging: Lebih mudah melacak error karena program sudah terbagi-bagi menjadi blok kecil. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar