5 Jan 2026

git lanjutan

  Keunggulan menggunakan version control 

- Melacak perubahan pada source code 
- kolaborasi  

Jenis Version Control System 

1. GIT
2. CVS -Concurrent Versions System
3. Subversion
4. Mercurial
5. Dan lain-lainnya...

PErsiapan BElajar 

1. Sudah menginstall GIT
2. Visual Studio Code
3. Terminal


1. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah configurasi 
git config --global user.name "nama"
git config --global user.email "alamatemail"

2. membuat repository git dengan melakukan git init nantinya akan ada repository .git biasanya ditandai dengan adanya master atau main dalam terminal

3. memasukan file ke repository git dengan cara ketik git add . (untuk mesukan semua) 

4. selanjutnya kita bisa melakukan git commit -m "comman" (untuk melakukan commit siap melakukan push)

5. mengubah file , kita gunakan git diff untuk melihat perubahan pada file.
gunakan git status untuk melihat status apakah ada file baru atau adakah file yg di ubah.

 6. melihat perubahan history dengan git log , yg di online bisa menggunakan git log --online

7. membatalkan perubahan 
- git restore 
Digunakan untuk membatalkan perubahan yang belum di-stage(masih di working area)
mengembalikan isi file ke kondisi terakhir yang ada di staging area atau commit terakhir

-git restore --staged
Digunakan untuk mengeluarkan file dari staging Area
fungsi jika sudah melakukan git add, tapi berubah pikiran dan belum ingin commit, gunakan perintah ini.

-git restore -s (--source)
Digunakan untuk memulihkan file dari sumber (commit) tertentu.
kamu bisa mengambil isi file dari commit lama atau branch lain tampa berpindah branch.

- git reset
ini adlah perintah serbabisa yang lebih berbahaya karena bisa mengubah history commit
memindahkan penanda branch (head) ke commit tertentu.

- branch dan merge
seperti yang dibahas sebelumnya branche adalah percabangan pohon untuk membuat fitur, jadi lebih terarah
sementara merge yaitu untuk menyatukan branch, dan yg menyatukan branch adalah orang yg bertanggung jawab pada sebuah projek itu.

Cara merefisi commit 
1. Menggunakan Checkout 
git checkout sudah di update di pecahkan karena fungsinya sudah terlalu banyak. diganti dengan git switch ataau git restore. jika digunakan untuk kembali ke commit lama, git akan masuk mode detached HEAD.
Sangat aman hanya untuk melihat kode lama (read-only) tampa meruak apapun,

2. Revert
printah ini tidak menghapus history, melainkan membuat commit baru yang isinya adalah kebalikan dari commit yang ingin dibatalkan.
paling aman untuk kerja tim, histori tetep utuh, sehingga rekan tim lain tidak mengalami error diverged history.
bisa terjadi konflik jika file yang ingin kamu revert sudah diubah lagi secara signifikan di commit-commit setelahnya. kamu harus menyelesaikan konflik tersebut secara manual lalu melakukan giot revert --continue

3. Reset 
ini adalah cara yang paling keras karena benar-benar memindahkan posisi branch kembali ke masa lalu 
variasi :
--soft commit dibatalkan tetapi file editan tetap ada di staging area (siap di-commit ulang).
--mixed (default)L commit dibatalkan, file editan ada di working Directory (belum di add).
--hard: Dihapus total file akan kembali ke kondisi commit lama, semua editan hilang.
kelebihan histori jadi sangat bersih seolah-olah kesalahan tidak pernah terjadi.
sangat berbahaya jika commit sudah di push ke server (github/gitlab). jika kamu reset dan push ulang, tim lain akan mengalami error berat.
akan memicu konflik besar bagi anggota tim lain saat mereka melakukan git pull

git commit --amend
jika hanya salah tulis pesan commit atau ada satu file tertinggal di commit paling baru.
memperbaiki commit terakhir tampa membuat commit baru.
cara :
git add . 
git commit -- amend -m "pesan baru"

jika kamu bekerja sendirian di komputer lokal, gunakan git reset. tetapi jika kamu bekerja dalam tim dan sudah melakukan push, selalu gunakan git revert

4. Git Clone 
Digunakan untuk mengunduh atau mengclone repository milik orang lain yang open source di internet

5. Git push
Digunakan untuk mengunggah atau push repository lokal kita ke publik bisa di github atau gitlab dan sebagainya. untuk melakukan git push ini kita perlu sudah sampai git commit dahulu ya... 

6. github pull request
ini fiturnya jelas ya ada di github di webnya github, gunakan adalah untuk memberitahu anggota tim lain bahwa kita telah selesai dan siap mengerjakan suatu fitur atau perbaikan kode, dan ingin menggabungkan kode tersebut ke repository utama.

7. Aturan menulis Commit
- struktur standar pesan commit 
<type>: <subject>
<body> (opsional)
<footer> (opsional)

-Conventional Commit

TipeDeskripsi
featMenambahkan fitur baru ke dalam kode.
fixMemperbaiki bug atau kesalahan.
docsPerubahan pada dokumentasi (seperti README).
stylePerubahan format (spasi, titik koma) tanpa mengubah logika kode.
refactorMengubah kode untuk perbaikan struktur, bukan fitur atau bug.
testMenambah atau memperbaiki unit test.
choreTugas rutin seperti memperbarui library atau konfigurasi build.


 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar